MASSACHUSETTS, Empat tahun lalu, seorang genius dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah membuat sebuah kawat terbuat dari nanotube karbon menyala di kedua ujungnya yang dilapisi dengan bahan yang mudah terbakar. Hasilnya memungkinkan gula meja digunakan untuk mengisi baterai.
Disitat dari Phone Arena, Senin (21/3/2016), gula dimanfaatkan untuk memanaskan nanotube karbon yang menciptakan arus listrik. Tes sebelumnya telah memproduksi listrik dalam jumlah kecil.
Kini, Profesor Teknik Kimia di MIT, Michael Strano, telah meningkatkan efisiensi prosesnya lebih dari seribu kali lipat. Menurut MIT, tim Strano telah mampu menciptakan sebuah perangkat yang menghasilkan jumlah power yang sama dengan juicer terbaik hari ini.
“Teknik ini dalam jarak mencolok dari teknologi energi portabel lainnya yang meliputi sel lithium-besi dan bahan bakar. Itu sebenarnya luar biasa bahwa [fenomena] ini belum diteliti sebelumnya," jelas Profesor Strano.
Ketika percobaan pertama dimulai, bahan lebih eksplosif digunakan untuk menciptakan panas yang diperlukan. Namun, tim menemukan bahwa sukrosa menyediakan sumber panas yang efisien, yang mengakibatkan generasi arus listrik.
Yang membuatnya menjadi salah satu penemuan besar adalah bahwa sumber daya ini tidak kehilangan energi dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, perangkat listrik bisa duduk di rak toko untuk waktu yang tidak terbatas tanpa kehilangan kekuatan.
Hal ini juga dapat diturunkan ke ukuran yang sangat kecil, memberikan produsen ruangan untuk menambahkan komponen yang lebih besar dan lebih kuat.
(kem)

0 komentar:
Posting Komentar